You are currently viewing Isu Tentang PT. Berbagi Bintang Teknologi yang melakukan Investasi Bodong dan Penipuan

Isu Tentang PT. Berbagi Bintang Teknologi yang melakukan Investasi Bodong dan Penipuan

Sebagai pembukaan, kami langsung ke pokok masalah nya. Jika PT. Berbagi Bintang Teknologi melakukan penipuan, tunjukan kepada kami, siapa orang yang pernah merasa menjadi korban penipuan tersebut?. Apakah ada?.

Jika PT. Berbagi Bintang Teknologi melakukan Investasi Bodong, kapan rekening perusahaan kami menerima dana investasi tersebut?, dari siapa?, bagaimana bentuk investasi yang di janjikan tersebut?. Apakah ada bukti?.

Anda tidak akan mendapatkan bukti atas tantangan pertanyaan yang kami ajukan diatas. Karena memang kami tidak melakukan nya !. Namun, media berita sering menggunakan judul dan narasi yang heboh. Dan kebanyakan masyarakat kita masih bersifat judgemental (mudah menghakimi). Sehingga muncul lah asumsi buruk semacam itu.

Jika ilegal, mengapa perusahaan kami masih terdaftar?

Silahkan lakukan pengecekan nama perusahaan kami ‘PT Berbagi Bintang Teknologi’ di websites AHU.GO.ID. Apakah ada?. Jika ada, maka status nya terdaftar dan tidak ilegal.

Harus nya dengan pengecekan sederhana tersebut, sudah langsung dapat diketahui, bahwa Isu Tentang PT. Berbagi Bintang Teknologi yang melakukan praktek kriminal berupa Investasi Bodong dan Penipuan, adalah sesuatu yang salah kaprah. Jika memang kami melakukan nya, ijin perusahaan harus nya di cabut, ya kan !?. Dan tidak akan ada nama perusahaan kami disana.

Pihak OJK tidak menyebutkan bahwa perusahaan kami Ilegal

Dalam pemberitahuan nya Lampiran II Entitas Ilegal Maret, Pihak OJK menyebut “Entitas”, dan bukan Perusahaan [Ref]. Perusahaan kami masih tetap berjalan seperti biasa. Namun Entitas (unit usaha) STASASHI yang dimaksud, saat ini kami tutup sementara karena sedang dalam proses kepengurusan administrasi ke OJK.

Hanya saja, media berita memuat kabar ini dengan gaya penyampaian yang heboh. Agar berita bisa dicerna dengan mudah oleh orang awam, maka kata ‘Entitas’ -yang terdengar asing di telinga masyarakat, diubah menjadi sinonim kata lain.

Bagi pembaca yang memiliki tingkat akademis yang tinggi, tentu bisa membedakan nya, bukan kah begitu !?. Jika memang yang dimaksud pihak OJK adalah perusahaan, lantas mengapa mereka tidak menuliskan nya langsung menjadi “Lampiran II Perusahaan Ilegal Maret” !?.

 

Penjelasan False Assumption lain

Tentang perusahaan yang masih beroperasi

Hingga saat ini, perusahaan kami masih berjalan seperti biasanya. Kami masih membuatkan aplikasi untuk klien, membuat sistem manajemen bisnis untuk klien, melakukan riset untuk klien, dll.

Hanya saja, layanan STASASHI yang kami miliki, telah kami tutup. Kami sama sekali tidak menjalankan kegiatan Equity Crowdfunding. Karena ijin tentang itu belum kami urus sepenuh nya.

Masih terdaftar nya nama perusahaan kami di AHU.GO.ID, dan pemberian keterangan “stasashi” di dalam tanda kurung, yang disertakan di samping nama PT. Berbagi Bintang Teknologi [Ref] pada pemberitahuan yang diterbitkan OJK [Reff], menunjukan bahwa hanya layanan “STASASHI” saja yang tidak boleh beroperasi karena belum mengantongi ijin.

Progres kami dalam mengurus perijinan tersebut, telah kami buat dokumentasi nya -dengan tujuan berbagi pengetahuan kepada publik- pada artikel ini: Tutorial Lengkap Mendaftar ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan)

Dalam progres tersebut juga, kami mengumpulkan beberapa informasi terkait sebagai antisipasi atas hal yang mungkin tidak kami ketahui, yang bisa menjadi batu sandungan di masa mendatang. Semua kami buat dalam bentuk artikel agar bisa di gunakan sebagai referensi oleh publik. Berikut adalah daftar artikel nya.

  1. Perusahaan Jenis Apa Saja yang Harus Mendaftar ke OJK
  2. Apa itu Sistem Membership? | Apakah Sistem Membership Legal?
  3. Pengertian Money Game | Ulasan tentang Money Game yang menyebabkan nya Ilegal
  4. Apakah MLM legal?

Kami tidak melakukan praktek investasi

Salah satu layanan kami yang bernama STASASHI (yang saat ini kami tutup sementara), tidak mengumpulkan uang dari masyarakat. Uang dari Investor langsung diserahkan kepada Founder yang Investor pilih. Rekening perusahaan kami tidak menerima dana apapun dari kegiatan ini.

Sehingga, asumsi masyarakat atas perusahaan kami yang “Melakukan Investasi Bodong”, tidak lah tepat sejak awal. Karena perusahaan kami tidak melakukan praktek investasi.

Asumsi masyarakat tentang Investasi bodong, adalah sebuah organisasi atau sekelompok orang yang mengumpulkan uang dari masyarakat, kemudian membawa kabur uang tersebut. Asumsi ini bermakna sangat negatif.

Sebagaimana yang bisa Anda lihat pada Lampiran II Entitas Ilegal Maret yang dikeluarkan pihak OJK; disana salah satu layanan kami yang bernama STASASHI, dianggap ilegal karena melakukan praktek Equity Crowdfunding tanpa izin. Bukan melakukan investasi dengan mengumpulkan dana masyarakat, kemudian menggunakan dana tersebut untuk tujuan pribadi.

Apa itu Equity Crowdfunding?, apa perbedaan nya dengan praktek investasi?. Silahkan gunakan Google untuk membantu mencari jawaban nya. Kami pun akan sedikit memberi penjelasan nya nanti. Inti nya, dua hal tersebut tidak sama!.

Penjelasan mengenai Ilegal

Ilegal tidak semua nya diartikan melakukan tindakan kriminal. Jika Anda berada di kota Jakarta, dimana Anda memiliki seorang Pembantu Rumah Tangga (PRT), dan Anda memberikan gaji kurang dari Rp4.416.186, maka itu termasuk ilegal [Reff].

Jika orang tua Anda memiliki mobil, dan memiliki usaha juga, tetapi tidak memiliki SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan), maka usaha orang tua Anda tersebut adalah Ilegal [Ref].

Semua jenis usaha, dimana pemilik usaha memiliki dengan modal dan kekayaan bersih tidak lebih dari Rp50 juta, yang tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, harus memiliki Surat Ijin Usaha Perdagangan. Jika tidak ada, maka usaha mereka adalah Ilegal.

Apakah Anda bisa melihat, berapa banyak usaha ilegal di sekitar Anda?. Salah satu layanan kami yang bernama STASASHI, telah kami tutup karena belum mengantongi ijin Equity Crowdfunding. Masalah selesai sampai disini. Mereka yang memiliki usaha yang termasuk dalam definisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 46/2009, harus nya juga ditutup.

Perusahaan kami tetap berjalan seperti biasa, karena ijin atas kegiatan usaha yang kami lakukan saat ini sudah ada. Lihat selengkapnya di Halaman Legalitas Perusahaan.

 

 

Kronologi Kejadian

Tentang STASASHI

Fokus utama perusahaan kami adalah bergerak di bidang Teknologi Informasi. Bukan perbankan atau finansial. Pada tahun 2017 awal, kami mencoba melakukan development sebuah platform yang bertujuan untuk mempertemukan Founder (pendiri usaha) dengan investor. Platform tersebut bernama STASASHI.

Platform itu memiliki fungsi untuk menampilkan daftar usaha yang dimiliki Founder, yang menurut kami potensial. Investor yang tertarik, bisa memberikan pendanaan kepada usaha tersebut.

Pendanaan tersebut di kirimkan langsung ke rekening Founder (tidak melalui pihak perusahaan). Adapun layanan STASASHI itu juga menyediakan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK), sebagai bentuk pengamanan bilamana terjadi kebangkrutan atas usaha tersebut.

SPK hanya berisikan konten tentang ketentuan yang disepakati oleh Founder dan Investor. Tidak ada pencatutan nama perusahaan kami disana. Perusahaan kami tidak terlibat -dan tidak mau melibatkan diri- atas perjanjian kerjasama usaha yang terjadi oleh kedua belah pihak.

Peraturan baru dari OJK

Pihak OJK kemudian mengeluarkan sebuah regulasi tentang Layanan Urun Dana Melalui Penawaran Saham Berbasis Teknologi Informasi (Equity Crowdfunding), dengan nomor: 37/POJK.04/2018. Dimana tanggal berlaku nya mulai diterapkan pada 31 desember 2018 (katakan saja mulai berlaku pada tahun 2019).

Kami mencoba menelaah mengenai peraturan ini. Setelah melakukan beberapa evaluasi dan pertimbangan (salah satu nya bisa dilihat pada video ini), kami menyimpulkan ketika itu, bahwa platform STASASHI ini tidak termasuk dalam Equity Crowdfunding. Karena tidak ada dana investor yang di kirimkan ke rekening pihak STASASHI.

Pihak STASASHI pun tidak meminta sejumlah equity (saham) atau pemotongan hasil profit dari usaha yang di danai investor. Pihak STASASHI tidak ikut campur atas urusan bisnis yang terjadi. Pihak STASASHI hanya berfungsi sebagai platform media yang menyajikan informasi semata (tidak lebih dari itu).

Seperti hal nya sebuah websites yang menampilkan informasi mengenai usaha yang kami anggap potensial. Platform STASASHI seakan ingin menyampaikan “Ini loh daftar usaha yang menurut kami bagus untuk di danai. Kalau kamu tertarik, hubungi Pengelola usaha nya langsung. Berikan uang pendanaan mu kepada dia”.

Permintaan Legalitas dari sebuah LSM

Pada akhir tahun 2020, kami mendapatkan permintaan dari salah satu LSM, yang meminta kami memberikan TDP (Tanda Daftar Perusahaan) untuk mereka lakukan pengecekan.

Kami menerima baik permintaan tersebut. Kami kirimkan TDP yang diminta. Kami juga mengapresiasi salah satu pengurus mereka yang berkomunikasi dengan kami, yang sangat bersikap ‘welcome’ guna membantu menyelesaikan isu ini.

Kami juga menjelaskan, bahwa Platform STASASHI memang sengaja tidak mengurus perizinan ke OJK karena alasan yang sudah kami jelaskan diatas. Namun sayang, belum ada sanggahan mengenai hal tersebut.

Bilamana mungkin mereka memberikan statement sanggahan nya kuat dan benar, yang bisa mematahkan statement kami; bahwa platform STASASHI harus nya termasuk Equity Crowdfunding, dengan berbagai alasan dan analisa yang tim mereka miliki, besar kemungkinan kami akan langsung menutup layanan STASASHI tersebut saat itu juga.

Namun, semenjak kejadian tersebut, kami berfikir bahwa; mungkin jauh lebih baik mengurus perijinan ke OJK daripada terdapat praduga beragam dari masyarakat. Akan jauh lebih baik untuk menyesuaikan sistem di platform STASASHI, dimana Pihak STASASHI juga ikut meminta pembagian saham, meminta pembagian hasil atas profit usaha yang di danai, dsb. Sehingga dapat match (seragam dan menjadi sesuai) dengan definisi Equity Crowdfunding yang ada.

Tapi di sisi lain, membuat sistem baru untuk semua perubahan tersebut, tidak lah mudah. Sembari kami mengumpulkan informasi, melihat aspek hukum, melakukan evaluasi, dan membangun sistem kecil untuk nanti nya diterapkan, kemudian datang lah sebuah Surat Undangan dari Satgas Waspada Investasi pada bulan Maret 2021.

Undangan Rapat dengan Tim Satgas Waspada Investasi

Kami mendapatkan Surat Undangan tersebut pada tanggal 13 Februari 2021. Untuk menunjukan niat baik perusahaan kami atas undangan tersebut, dan di sisi lain kami memang berantusias untuk mendengar pernyataan yang solid dari pihak OJK mengenai definisi platform STASASHI yang kami miliki, maka kami langsung merespon segera Surat Undangan tersebut pada hari yang sama ketika kami mendapatkan nya.

Tetapi sayang, terdapat sedikit Bad Luck yang terjadi. Karena mungkin perusahaan kami yang paling awal merespon, sehingga mendapat antrian di awal ketika melakukan rapat secara online. Bagi sebagaian orang, antrian awal merupakan sebuah keberuntungan. Tapi dalam keadaan ini, mendapat antrian awal malah memunculkan sebuah masalah tambahan baru.

Respon Undangan Rapat Satgas Waspada Investasi

Melakukan Rapat dengan Tim Satgas Waspada Investasi

Pada hari Selasa, tanggal 16 Februari 2021, sekitar pukul 11:30 WIB, rapat pun dimulai. Kami menjelaskan kepada Tim Satgas Waspada Investasi mengenai sistem di STASASHI.

Sebelum nya, ketika kami mendapatkan Permintaan dari LSM mengenai dokumen legalitas perusahaan kami, muncul suatu pemikiran bahwa memang lebih baik mengurus perijinan ke OJK daripada terdapat banyak persepsi di masyarakat (lihat kembali bagian Permintaan Legalitas dari sebuah LSM).

Ketika Pihak Perusahaan kami telah memberikan penjelasan, Bapak Tongam Tobing selaku ketua rapat saat itu, kemudian mengeluarkan pernyataan; Bahwa kegiatan STASASHI yang telah kami jelaskan sebelum nya, dikategorikan sebagai kegiatan Equity Crowdfunding -dan harus mengurus perijinan ke OJK untuk bisa beroperasi.

Ketika itu, pihak kami tidak memberikan sanggahan apapun. Karena memang sebelum nya, kami berfikir bahwa untuk lebih aman nya, platform STASASHI ini memang perlu mengurus ijin ke OJK.

Alasan kami tidak mengurus perizinan ke OJK sebelum nya, adalah tidak ada sanggahan yang kuat mengenai definisi platform STASASHI tersebut (bahkan dari LSM yang kami ceritakan sebelum nya). Jika sudah ada sanggahan seperti ini, apalagi dikeluarkan oleh pihak berwenang, maka tidak ada alasan bagi kami untuk tidak mematuhi nya.

 

Kejadian setelah Rapat selesai

Kami menutup layanan STASASHI di hari itu juga

Setelah selesai rapat, kami menutup layanan STASASHI di hari itu juga. Kami memberitahukan kepada investor tentang keadaan yang terjadi, dan menuliskan penjelasan di halaman depan situs.

Kegiatan kerjasama usaha yang terjadi antara Pihak Investor dan Pengelola, hanyalah mereka saja yang memiliki kepentingan di dalam nya. Pihak STASASHI tidak memiliki andil apapun dalam kadaan tersebut. Sehingga, ketika layanan STASASHI kami tutup, hanya pemberitahuan dan kepengrusan administrasi kecil saja yang kami lakukan.

Tampilan halaman depan situs STASASHI yang telah ditutup

Kami mulai melakukan kepengurusan administrasi ke OJK

Kami kemudian meluangkan waktu untuk memikirkan tindakan selanjutnya mengenai STASASHI ini selama kurang lebih 1 bulan. Kami kemudian memutuskan untuk mencoba mengurus administrasi ke OJK, dan mempersiapkan beragam keperluan yang dibutuhkan.

Kepengurusan administrasi dilakukan oleh salah satu anggota kami yang bernama Jessica. Dia mendalami mengenai maslaah hal ini, dan mempersiapkan semua dokumen yang dibutuhkan.

Bukti kepengurusan administrasi, kami tuangkan dalam bentuk artikel dan video panduan, yang bisa dilihat disini: Tutorial Lengkap Mendaftar ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan)

Kepengurusan administrasi saat ini kami hentikan, karena kami sedang beralih pada development semua atribut yang dibutuhkan. Karena hal ini sangat penting, untuk kelancaran operasional STASASHI dan mengantisipasi beberapa resiko yang mungkin perlu dihadapi.

Salah satu tindakan kami adalah melakukan percobaan pembuatan sistem yang kompatibel yang nanti nya akan diterapkan. Tidak hanya sampai disitu, kami juga mendalami hukum finansial, mencari penasehat hukum yang tepat sebagai bagian dari tim kami, persiapan uji coba sandbox atas aplikasi yang akan digunakan, dsb.

Masalah kecil baru karena mendapat antrian awal

Kami telah menjelaskan sebelum nya, bahwa terdapat sedikit Bad Luck karena terlalu antusias merespon undangan dari OJK, yang menyebabkan kami mendapatkan antrian awal. Akibat mendapat antrian di awal, maka pemberitahuan hasil rapat atas perusahaan kami pun ditaruh di posisi atas -bahkan paling atas.

Pihak OJK yang mengeluarkan hasil rapat nya, kemudian di beritakan ulang oleh berbagai media. Penulis konten media berita kemudian memuat kabar berita tersebut dengan gaya penulisan dan tagline yang heboh.

Kebanyakan masyarakat indonesia sebagai pembaca nya, langsung berpersepsi bahwa daftar nama usaha atau perusahaan yang tertera disana, adalah PENIPU SEMUA. Dan daftar nama perusahaan yang tertera paling atas -yang kebetulan adalah perusahaan kami, adalah yang PALING banyak menipu, paling dicari, paling berbahaya, paling merugikan, dan paling melanggar.

Akibat daftar perusahaan kami berada di posisi paling atas

Dikarenakan perusahaan kami berada di daftar urutan paling atas, maka perhatian orang- orang akan jauh lebih banyak tertuju kepada kami, daripada ke perusahaan lain.

Orang- orang yang mudah memakan mentah- mentah suatu berita. Ada orang sekedar meminta penjelasan, ada juga yang mungkin mencoba melakukan prank guna memastikan platform STASASHI tersebut benar- benar ditutup atau tidak. Total orang tidak kami kenal yang tiba- tiba mengirim email berjumlah 2 orang. Tapi kami bersyukur, setelah memberikan penjelasan dan memberikan bukti, mereka kemudian mengerti dan tidak datang kembali.

Respon kami
Email ini mungkin prank

Tapi ada juga SATU ORANG yang menurut kami melakukan prank dengan sedikit kelewatan. Entah darimana datang nya, atau entah dapat informasi salah dari mana orang tersebut.

Orang itu mengatakan bahwa perusahaan kami tidak memberikan komisi kepada dia yang sudah membayar biaya pendaftaran. Sungguh sangat tidak nyambung sama sekali tentang apa yang dia tuduhkan.

Orang tersebut bahkan menghubungi salah satu nomor telepon pihak manajemen kami. Tapi, lagi- lagi, setelah memberikan penjelasan dan bukti, dia kemudian tidak datang lagi.

Prank yang agak kelewatan

Pertimbangan khusus melanjutkan STASASHI atau menutup nya permanen

Hingga pada saat artikel ini dibuat, kami belum memutuskan apakah akan melanjutkan platform STASASHI ini, atau menutup nya permanent, atau menjual situs beserta sistem di dalam nya. Kondisi saat ini adalah tutup sementara.

Hal yang menjadi pertimbangan utama adalah tentang basic perusahaan kami yang bergerak di bidang Teknologi Informasi. Dan bukan perbankan atau finansial. Kami ragu mengerjakan sesuatu yang bukan jalur kami.

Kami juga khawatir, bilamana nanti muncul masalah -khusus nya masalah hukum, meskipun kami sudah mencoba mengantisipasi semua resiko yang bisa kami lihat. Karena beberapa resiko tertentu, kadang hanya bisa dilihat dengan pengalaman -bukan dengan analisa.

Tetapi, di sisi lain, sangat disayangkan juga karena kami telah melakukan development sistem IT pada platform STASASHI tersebut selama bertahun- tahun. Sekiranya sudah separuh jalan lebih yang sudah kami kerjakan. Sangat disayangkan bila hanya dibuang begitu saja.

Leave a Reply